"Kapan nikah pril?"
Pertanyaan sejenis itu mulai menyeruak ke permukaan sering dengan pertanyaan "kapan lulus?" Kalo jawaban yang "kapan lulus?" Aku sudah menemukannya yaitu "emang kenapa? Mau bayarin SPP ku? Boleeeh bangetssss" yakin pasti orang yang nanya membalas dengan muka masam karena kesal.
Tapi untuk pertanyaan diatas agak sedikit riskan. Aku pernah membalas dua orang buibu yang mulutnya comel dengan jawaban "Emang nikah perkara gampang? Emang setelah nikah nggak perlu duit?" Mereka hanya tertawa. Keadaan ekonomi mereka juga nggak lebih baik dari keluargaku (maaf bukan maksud sombong) yang mempunyai prinsip nikah bukan perkara ijab kobul, resepsi, dan malam sesudahnya (apa hayooo 😅). Jadi, aku nggak terlalu memikirkan sekali.




