Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Agustus 2017

Aku Akan Menikah...

"Kapan nikah pril?"
Pertanyaan sejenis itu mulai menyeruak ke permukaan sering dengan pertanyaan "kapan lulus?" Kalo jawaban yang "kapan lulus?" Aku sudah menemukannya yaitu "emang kenapa? Mau bayarin SPP ku? Boleeeh bangetssss" yakin pasti orang yang nanya membalas dengan muka masam karena kesal.

Tapi untuk pertanyaan diatas agak sedikit riskan. Aku pernah membalas dua orang buibu yang mulutnya comel dengan jawaban "Emang nikah perkara gampang? Emang setelah nikah nggak perlu duit?" Mereka hanya tertawa. Keadaan ekonomi mereka juga nggak lebih baik dari keluargaku (maaf bukan maksud sombong) yang mempunyai prinsip nikah bukan perkara ijab kobul, resepsi, dan malam sesudahnya (apa hayooo 😅). Jadi, aku nggak terlalu memikirkan sekali. 

Jumat, 31 Juli 2015

Di Balik Kata "Jangan Lupain Aku Ya"

www.pinterest.com
“Jangan lupain aku ya”
“Nanti kalo udah lulus jangan lupa kumpul ya”
“Jangan sombong kalo ketemu nanti”
“Kita harus selalu komunikasi ya!”
“Pokoknya kita bakal barengan terus walau pisah kota”
Another bullshit words yang diomongin anak-anak yang SMA yang baru lulus. Pada praktiknya setelah mereka masuk kuliah. Ketemu teman-teman baru. Tinggal di lingkungan yang berbeda dari SMA. Kuliah dari pagi sampai siang, dilanjut rapat, atau ikut kegiatan kampus yang bejibun. Belum tugas kuliah yang banyaknya Naudzubillah.  Semua kata-kata yang mereka ucapin dulu pada akhirnya cuma sekedar kertas yang diprint tapi tertiup angin lalu pergi entah kemana.
Gimana mau ngajak main pas liburan, kontak-kontakan aja jarang. Ternyata dunia perkuliahan tuh yang seindah di FTV yang isinya cuma makan di kantin, pacaran di taman, berantem di lorong kelas. Jangan kalian bayangin bisa segampang itu cinlok di kampus. Di ospek kakak tingkat ganteng, trus kamu suka, kenalan dan pacarn. Hai, hidup nggak segampang itu. Dunia kuliah itu nggak semudah yang kamu bayangkan tapi nggak seseram yang orang-orang omongan kok.

Sabtu, 07 Maret 2015

Teruntuk Cinta Pertamaku


Teruntuk cinta pertamaku, Mungkin ini terlalu berlebih-lebih dan terkesan serampamgan. Tapi sesungguhnya ini keluar dari hatiku. Kau laki-laki pertama yang membuatku merasa aman. Melindungiku dengan segala caramui. Memarahiku saat aku pergi jauh sendiri. Tak jarang kau berkorban waktu, tenaga, dan materi hanya untuk membuatku aman. Apakah ada laki-laki macam kau ini diluar sana?
Kau selalu tahu bagaimana membuatku senang. Memanjakanku dengan segala fasilitas dan hadiah-hadiah yang aku tahu tidak murah. Sebisa mungkin memberikan barang terbaik dari yang terbaik. Meski kadang harus mengorbankan kesenanganmu. Kau tahu bagaimana memperlakukan aku layaknya putri raja. Tak ada satupun perlakuanmu yang mengecewakan. Kau tahu bagaimana membuat hatiku senang disaat sedih, membuat suasana menjadi ceria, dan membuat dunia ini rasanya berwarna. Meski banyak yang bilang kau ini pendiam, sedikit bicara, dan tercendrung galak. Apakah kau pernah memarahiku? Tentu. Aku megakui aku memang salah. Aku terlalu manja dan terpaku dengan segala treatment yang kau berikan. Aku terlena dengan segala yang ku punya. 
Maaf, aku masih berusaha berjuang untuk menghilangkan sifat-sifat jelekku. Mungkin kamu tahu akan ada masanya kita harus berpisah. Ada masanya kita harus jalan masing-masing. Apakah aku siap untuk itu? Apakah aku siap melepas laki-laki terbaik untuk laki-laki yang belum pernah aku kenal sebelumnya? Dengan segala pengorbananmu kau juga yang harus melepasku nanti. Dengan siapapun aku nanti kuharap dia adalah pilihan Tuhan yang baik. Mendekatimu semoga.
Teruntuk cinta pertamaku, mungkin bermilyar-milyar ucapan terima kasih tidak akan cukup untuk membalas semua yang engkau berikan kepadaku. Segala pengorbananmu tidak akan pernah mendapatkan timbal balik yang setimpal dariku. Semoga doa dan harapanku dapat membuatmu bahagia dan sehat selalu. Itu hanya pintaku yang diatas untuk memberikan kesehatan dan kebahagian yang sangat melimpah untukmu. Umur yang panjang agar aku bisa bergantian membahagiakanmu.
Teruntuk cinta pertamaku, terima kasih atas segalanya. Semoga kau akan selalu menjadi cinta pertama yang selalu kukenang seluruh hidupku.
3 years ago, I realize we almost never take picture together hahaha.